Teguh Dan idolanya
Idola saya Nong-O lahir dengan nama Apichet Kotanon pada 10 September 1986 di provinsi Sakon Nakhon, Thailand. Dia tumbuh di keluarga petani sederhana. Seperti banyak anak di pedesaan Thailand, Nong-O mulai belajar Muay Thai ketika masih kecil—sekitar umur 9 tahun.
Tujuannya sederhana: membantu keuangan keluarga. Setiap kemenangan di ring memberi sedikit uang yang bisa dipakai untuk membeli makanan atau kebutuhan rumah.
Perjalanan karirnya
Di usia belasan, Nong-O pindah ke Bangkok untuk berlatih di sasarannya yang terkenal, guna mengejar karier profesional.
Ia bertarung di stadion paling bergengsi Thailand, seperti Lumpinee dan Rajadamnern, yang merupakan impian setiap petarung Muay Thai.
Dengan kombinasi teknik yang halus, tendangan keras, dan pertahanan yang nyaris sempurna, Nong-O memenangkan gelar juara Lumpinee Stadium berkali-kali.
Ia dikenal sebagai petarung “ring general”—selalu bisa mengendalikan tempo dan membuat lawan frustasi.
Karier Internasional
Setelah mendominasi Muay Thai tradisional di Thailand, Nong-O kemudian bergabung dengan ONE Championship.
Di ajang internasional ini, ia menjadi Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai dan berhasil mempertahankan sabuknya beberapa kali.
Salah satu ciri khasnya di ONE adalah pukulan kanan yang mematikan, sering menghasilkan knockdown spektakuler.
Gaya Bertarung
Teknis & Cerdas: Tidak hanya mengandalkan kekuatan, tetapi juga timing dan strategi.
Kombinasi Lengkap: Tendangan kaki kiri, pukulan kanan, dan clinch yang rapi.
Disiplin: Dikenal sangat fokus pada latihan dan pola makan.
Warisan & Inspirasi
Nong-O bukan hanya petarung, tapi juga pelatih yang menginspirasi banyak generasi muda. Kisahnya—dari anak desa miskin menjadi juara dunia—membuatnya simbol kerja keras dan ketekunan dalam Muay Thai.
Bahkan setelah pensiun sementara, semangatnya membuatnya kembali ke ring dan tetap kompetitif melawan petarung muda.

Komentar
Posting Komentar